Kisah Sekumpulan Pekebun

Alkisah tersebut sebuah kisah sekumpulan pekebun yang dikurniakan hasil yang banyak yang menjadikan mereka kaya raya. Mereka sering memberi dan menderma hasil kebun mereka kepada orang miskin di kampung mereka. Namun pada suatu ketika mereka membuat keputusan untuk tidak mengagihkan hasil-hasil pendapatan mereka itu kepada orang miskin di kampung tersebut. Pada keesokan harinya mereka akan mengatakan kepada orang-orang miskin di situ,

Sayur-sayur, buah-buah sudah habis ya. Habis. Habis. X de . X de.

Padahal mereka mampu sahaja untuk melakukan seperti sedia kala iaitu mengagihkan atau menyedekahkan hasil kebun mereka itu kepada orang-orang miskin di situ. Namun atas kehendak Allah untuk menguji mereka dengan kemewahan hasil pendapatan kebun mereka sama ada mereka bersyukur atau sebaliknya.

Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. [76:2]

Lalu, pada malam ketika mereka sedang nyenyak tidur datanglah ‘lawatan’ Allah. Kebun mereka menjadi gelap gelita akibat dijilat api. Pada pagi itu, mereka pekebun-pekebun tersebut bangun seawal pagi untuk memetik hasil-hasil kebun mereka. Mereka saling mengejutkan sesama mereka mengingatkan untuk tidak lupa dan bergegas untuk memetik hasil-hasil tersebut.

Oi,oi. Bangun.Bangun. Petik buah. Petik sayur. Cepat-cepat bangun.

Maka dengan itu berangkatlah mereka ke kebun pada pagi itu dengan niat menghalangi orang-orang miskin. Dalam perjalanan ke kebun, mereka berbisik sesama mereka,

Pada hari ini jangan sampai ada orang miskin masuk ke dalam kebunmu.

Dan setibanya mereka di kebun mereka, mereka terkejut melihatkan kebun mereka yang hangus dijilat api. Lalu berkata mereka,

Sungguh, kita ini benar-benar orang-orang yang sesat.

Mereka sedari kesalahan dan kesilapan mereka. Lalu mereka kembali ke pangkal jalan.

Moral of the story :

1) Manusia sering diuji.

2) Namun sentiasa syukuri nikmat Allah.

3) Bila terjadi sesuatu yang kurang berkenan di hati, carilah kesalahan diri terlebih dahulu dan bukan menyalahkan orang lain kerana apabila berada 2 persimpangan ini hanya 2 jalan yang ada iaitu yang haq dan yang batil. Salahkan orang lain hanya akan membawa kepada jalan yang batil yang akan terus sesat akibat pengaruh dan hasutan syaitan.

4) Tapi mencari kesalahan diri mengingatkan kita kepadaNya kerana kita hambaNya yang dhaif.

p/s: cerita diatas bukan cerita dongeng tapi adalah kisah benar dari surah al-Qalam. Wallahua’alam..

Advertisements

About nakashima takeshi

saa nee..
This entry was posted in al-Quran, The way and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Kisah Sekumpulan Pekebun

  1. kyo_9 says:

    nice story..
    may all of us learn from our mistakes and repent now before it’s to late..

  2. cluewangman1 says:

    subhanallah…

    berada di 2 persimpangan:
    1)haq: akan terselamat
    2)batil :terjerumus mengikut jejak syaitan.

    Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat. [76:2]

    manusia akan sentiasa di uji.. bile diuji..sabar dan ingt la Allah.. Allah tahu kemampuan hambanye..

    love Allah..

    ikhlas dr:
    moga tabah hati,x berbelah bg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s